SUBNETTING VERSI 4
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4)
adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol
jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP
versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat
mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296
host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan
dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari
alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol
sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Pasti
sudah tidak asing lagi dengan istilah IP, karena IP inilah yang memungkinkan
kita untuk berkomunikasi dengan orang orang dari seluruh penjuru dunia yang
terhubung ke internet. IP adalah singkatan dari Internet Protocol. Protokol
disini saya analogi kan sebagai suatu bahasa penghantar yang digunakan oleh
internet untuk dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Jika bahasa yang
digunakan ini berbeda, maka komunikasi pun tidak dapat dilakukan. Layaknya
seorang dari kampung A bertemu dengan seorang dari kampung B yang mempunyai
bahasa berbeda, dapat dipastikan terjadi jaka sembung bawa golok, alias tidak
nyambung..:)
Berawal
dari konsep itulah, maka kita mengenal istilah TCP/IP yang digunakan untuk
menyeragamkan semua protokol yang kita gunakan untuk dapat berkomunikasi dengen
seluruh penjuru dunia yang terhubung dengan internet.
Mungkin
anda bertanya-tanya, “jika saya terhubung di dalam suatu Local Area Network
atau Wide Area Network, apakah saya memerlukan suatu alamat tertentu?”,
jawabannya adalah “Ya, jelas sekali”. Contoh konkritnya, anda dapat
mengetik winipcfg dari menu run*jika anda menggunakan o/s
win95/98*, atau ipconfig dari dos prompt *jika anda
menggunakan winNT* atau dapat juga mengetik ifconfig -a *jika
anda mengunakan unix/linux* menggunakan windows 95/98. Disini terlihat dengan
jelas, bahwa sebuah PC mempunyai IP Address tertentu, misalnya 192.168.8.5
dengan subnet mask 255.255.255.0 kemudian diikuti oleh Default Gateway
192.168.8.1 **default gateway adalah: semua traffic pada client / host
tersebut untuk dapat berhubungan dengan network yang lain, harus melalui suatu
address atau interface tertentu**
Format
IP Address pun terlihat dengan jelas x.x.x.x dimana jumlah bit secara
keseluruhan adalah 32 bit. Bearti di setiap segment mempunyai 8 bit. Bisa kita
tuliskan
seperti ini:
seperti ini:
11111111.11111111.11111111.11111111
= 255.255.255.255
Dari
angka tersebut, dapat kita ambil kesimpulan, bahwa kita mempunyai range IP
Address dari alamat 0.0.0.0 sampai dengan 255.255.255.255, dan bisa kita hitung
jumlah ip address yang tersedia adalah 256 * 256 * 256 * 256 = 4294967296
(hitungnya pake kalkulator, jgn pake tangan yah
). Mungkin anda
sekalian bertanya tanya, darimana muncul angka 256?. Kita ingat, bahwa setiap
segment dari IP Address mempunyai 8 bit, dan kita bisa menggunakan formula ini:
2n, sehingga hasil perhitungan dari 28 adalah 256.

Dari
jumlah address yang sebanyak itu, maka lahirlah pengelompokan-pengelompokan
untuk lebih memudahkan kita memanage dan mengenal suatu IP Address. Kita
mengenal beberapa lembaga atau badan usaha yang mengatur pengalamatan di
internet ini, seperti misalnya InterNIC, ApNIC, atau di indonesia dikenal
dengan ID-NIC. Adapun pengelompokan IP Address yang lazim dan dikenal adalah
sebagai berikut:
Class
A: 0.0.0.0 s/d 126.255.255.255
Class B: 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255
Class C: 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255
Class D: 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255
Class E: 240.0.0.0 s/d 247.255.255.255
Class B: 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255
Class C: 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255
Class D: 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255
Class E: 240.0.0.0 s/d 247.255.255.255
Class
D dan Class E digunakan untuk Multicast dan Experiment purpose. Multicast
disini adalah pengalamatan untuk keperluan streaming, misalnya audio streaming
dan sebagainya, dan dikenal dengan istilah IP MultiCasting.
Kemudian
anda mungkin bertanya-tanya, dimakah IP Address 127.0.0.0?, pertanyaan yang
bagus. IP Address 127.0.0.0 ini sudah di reserved untuk keperluan localhost,
artinya, secara default, PC kita mempunyai ip address default, yaitu 127.0.0.1
Dan
kita juga mengenal adanya istilah Public IP Address dan Private IP Address.
Public IP Address adalah ip address yang dikenal oleh internet / jaringan di
luar dari local area network, sedangkan private ip address adalah alamat ip
yang hanya digunakan untuk keperluan local area network dan tidak dikenal oleh
internet.
Sehingga untuk dapat berkomunikasi, kita dapat melakukan suatu proses yang dikenal dengan Network Address Translation, yaitu dimana private ip address ini dapat berkomunikasi dengan dunia luar.
Sehingga untuk dapat berkomunikasi, kita dapat melakukan suatu proses yang dikenal dengan Network Address Translation, yaitu dimana private ip address ini dapat berkomunikasi dengan dunia luar.
Adapun
range untuk private ip address dari setiap class adalah sebagai berikut:
·
Private IP Address untuk Class A: 10.0.0.0
·
Private IP Address untuk Class B:
172.16.0.0 s/d 172.32.0.0
·
Private IP Address untuk Class C:
192.168.0.0
Mungkin
anda bertanya lagi, mengapa harus ada private ip address? Karena kita tidak
perlu meminta secara khusus untuk private ip address. Kita dapat memakainya
tanpa perlu ijin dari suatu lembaga tertentu misalnya internet ataupun id-nic.
Contoh konkrit adalah untuk ABC Local Area Network yang mempunyai 3 Network:
192.168.8.0, 192.168.10.0, dan yang terakhir 192.168.129.0
Semoga
sampai bagian ini, anda sekalian telah mendapatkan gambaran tentang IP Address,
karena kita akan memasuki dunia yang lebih gelap lagi dari mahluk yang
menamakan dirinya IP Subnetting.
Sebelum
kita memulai bahasan selanjutnya, perlu diingat juga, bahwa format ip address
seperti yang terlihat diatas, terdiri dari 2 bagian utama, yaitu Network dan
Host. Istilah Network disini dapat kita analogikan seperti nomor jaringan dan
Host dapat kita analogikan sebagai PC anda. Masih jelas dalam ingatan anda
pengelompokan dari IP Address, dimana dibedakan menjadi beberapa class, dimana
di setiap kelas tersebut, mempunyai porsi network dan host sebagai berikut:
·
Class A: Network.Host.Host.Host
·
Class B: Network.Network.Host.Host
·
Class C:
Network.Network.Network.Host
untuk Class A, dapat kita simpulkan terdiri dari 8 bit
Network Address, dan 24 Bit Host Address
untuk Class B, dapat kita simpulkan terdiri dari 16 bit Network Address, dan 16 Bit Host Address
untuk Class C, dapat kita simpulkan terdiri dari 24 bit Network Address, dan 8 Bit Host Address
untuk Class B, dapat kita simpulkan terdiri dari 16 bit Network Address, dan 16 Bit Host Address
untuk Class C, dapat kita simpulkan terdiri dari 24 bit Network Address, dan 8 Bit Host Address
kita
ambil contoh untuk ip address class A, terlihat dengan jelas, bahwa available
host yang tersedia adalah 256 * 256 * 256 = 16777216. Suatu angka yang sangat
besar.
Apakah
mungkin di dalam suatu perusahaan yang besar sekalipun, mempunyai PC atau
Client atau Host sebanyak 16 juta? Rasanya belum ada di dunia ini sebuah
perusahaan yang mempunyai jumlah host sebanyak itu. Nah…jika kita mempunyai
satu network class A, katakanlah 10.0.0.0, dan jumlah client yang ada hanya
100, bearti kita telah membuang sekitar 15 jt lebih ip address. Suatu
pemborosan yang sangat tidak manusiawi..:), dan perlu diingat juga, bahwa ip
address ini haruslah unique, artinya, dalam suatu jaringan tidak
diperbolehkan mempunyai dua ip address yang sama. Oleh sebab itu lahir-lah
teknik untuk memecah mecah suatu network address menjadi lebih kecil lagi.
Akan
saya berikan contohya sebagai berikut:
Sebuah
perusahaan medium yang mempunyai PC atau Client atau Host sebanyak 50 buah.
Anda sebagai seorang network / system engineer diminta untuk mendesain atau
mengalokasikan sejumlah ip address untuk keperluan customer tersebut. Jika kita
lihat disini, untuk jumlah host yang paling kecil dan memenuhi syarat adalah
jika kita menggunakan ip address dari class c, karena jumlah maksium host dari
class c adalah 254 (anda mungkin bertanya kenapa bukan 256?, karena dalam
konsep IP, 2 ip address tidak bisa kita pakai, yang pertama digunakan untuk
network address, dan yang kedua digunakan untuk broadcast address, formulanya
adalah 2n -2). Itulah sebabnya, pada contoh kasus ini, kita
hanya memerlukan satu network yang bisa meng-cover jumlah host yang sedikit
itu. Okei, kita sepakat mengambil satu ip address dari class c, misalnya: 192.168.5.0
dan kita akan memulai perhitungan ini dengan mengunakan bilangan biner, jika
anda melihat kembali diatas, bahwa ip address untuk Class C terdiri dari
N.N.N.H, dimana N adalah Network dan H adalah Host, untuk sementara ini, kita
abaikan dulu network addressnya, kita fokuskan pada host addressnya. host
address pada class c yang akan kita pecah akan terlihat seperti ini: N.N.N.–
N.H *karena kita akan miminjam beberapa bit dari host yang kita jadikan sebagai
network address*
host
address pada class c yang terdiri dari 8 bit: 1 1 1 1 1 1 1 1 = 255
kita
juga perlu mengingat hitungan 2n yang akan kita lakukan pada
setiap perhitungan ip address: 27 + 26 + 25
+ 24 + 23 + 22 + 21
+ 20
hasil
dari bilangan pangkat diatas adalah berturut turut: 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4
+ 2 + 1 = 255
ingat,
jumlah host yang diminta hanya 50, jika anda lihat, jika kita menjumlahkan dari
angka 16 + 8 + 4 + 2 + 1, maka hasilnya adalah 31, sedangkan jumlah host yang
diperlukan adalah 50. Kalau begitu kita harus menjumlahkan lagi dari angka 32 +
16 + 8 + 4 + 2 +1, maka hasilnya adalah 63, dan kita telah memenuhi syarat
karena jumlah host yang diperlukan hanya 50.
bearti:
kita meminjam 2 bit dari 8 bit yang ada untuk dijadikan sebagai network
address. 2 bit itu adalah angka 128, dan 64. jika kita jumlahkan, akan menghasilkan 192
address. 2 bit itu adalah angka 128, dan 64. jika kita jumlahkan, akan menghasilkan 192
maka:
subnet address untuk network ini adalah 255.255.255.192 atau kita bisa
menuliskan 192.168.5.0/26 **untuk ip address tanpa subnetting adalah /24 atau
255.255.255.0, karena kita meminjam 2 bit, tinggal kita tambahkan saja, sehingga menjadi /26 atau 255.255.255.192**
menuliskan 192.168.5.0/26 **untuk ip address tanpa subnetting adalah /24 atau
255.255.255.0, karena kita meminjam 2 bit, tinggal kita tambahkan saja, sehingga menjadi /26 atau 255.255.255.192**
kemudian:
kita tentukan network address untuk subnet mask tersebut, caranya, anda
tinggal mengurangkan saja dari total bit **cara ini mungkin berbeda dengan yang lain, karena yang akan saya perlihatkan adalah perhitungan menggunakan method saya sendiri**
tinggal mengurangkan saja dari total bit **cara ini mungkin berbeda dengan yang lain, karena yang akan saya perlihatkan adalah perhitungan menggunakan method saya sendiri**
anda
lakukan pengurangan ini: 256 – 192 = 64 (angka 256 adalah total keseluruhan
bit, dan 192 adalah subnet address) sehingga: network address pertama adalah:
192.168.5.64 / 26
network address kedua adalah: 192.168.5.128 / 26 network address ketiga adalah: 192.168.5.192 / 26 …dst…. hasilnya adalah: Network address = 192.168.5.64
Subnet mask = 255.255.255.192 ip address pertama adalah: 192.168.5.65 / 26 ip address terakhir adalah: 192.168.5.126/26 broadcast address adalah: 192.168.5.127 untuk mendapatkan broadcast address, and tinggal mengurangkan satu dari network address yang kedua, dalam hal ini 128 – 1 = 127
network address kedua adalah: 192.168.5.128 / 26 network address ketiga adalah: 192.168.5.192 / 26 …dst…. hasilnya adalah: Network address = 192.168.5.64
Subnet mask = 255.255.255.192 ip address pertama adalah: 192.168.5.65 / 26 ip address terakhir adalah: 192.168.5.126/26 broadcast address adalah: 192.168.5.127 untuk mendapatkan broadcast address, and tinggal mengurangkan satu dari network address yang kedua, dalam hal ini 128 – 1 = 127
Selesai
lah sudah proses perhitungan kita yang pasti membuat anda anda sekalian menjadi
tambah pusing..:)… saya kasih contoh satu lagi biar tambah pusing..:) :
Tentukan
Subnet Address / Network Address, Broadcast Address, IP Pertama dari subnet
tersebut, IP terakhir dari subnet tersebut jika anda diberikan IP Address:
192.168.200.50 dengan Subnet Mask: 255.255.255.252
192.168.200.50 dengan Subnet Mask: 255.255.255.252
jawab:
dengan memakai cara diatas, kita langsung bisa mendapatkan sebagai berikut:
yang pertama kali anda lakukan adalah: 256 – 252 = 4
anda tambahkan 4 + 4 + 4…dst, sampai mendekati angak 50, jika anda tidak salah hitung, maka angka yang terdekat adalah: 48 sehingga, subnet address / network address dari ip address diatas adalah: 192.168.200.48 dengan, broadcast address adalah: 192.168.200.51 (subnet kedua dikurang satu) dan ip address pertama adalah: 192.168.200.49
ip address terakhir adalah: 192.168.200.50 IP adalah "sebuah nomor yang digunakan untuk akses ke Internet atau suatu jaringan komputer. Setiap komputer yang terhubung dengan internet atau jaringan harus memiliki nomor IP yang berbeda (unik)."
yang pertama kali anda lakukan adalah: 256 – 252 = 4
anda tambahkan 4 + 4 + 4…dst, sampai mendekati angak 50, jika anda tidak salah hitung, maka angka yang terdekat adalah: 48 sehingga, subnet address / network address dari ip address diatas adalah: 192.168.200.48 dengan, broadcast address adalah: 192.168.200.51 (subnet kedua dikurang satu) dan ip address pertama adalah: 192.168.200.49
ip address terakhir adalah: 192.168.200.50 IP adalah "sebuah nomor yang digunakan untuk akses ke Internet atau suatu jaringan komputer. Setiap komputer yang terhubung dengan internet atau jaringan harus memiliki nomor IP yang berbeda (unik)."
IP
itu sendiri ditentukan oleh Subnetmask, fungsi dari subnetmask ini adalah untuk
membedakan bagian mana dari IP tersebut disebut network dan bagian mana yang
disebut dengan host.
Contoh
dari subnetmask : 255.255.255.0 atau FF.FF.FF.0 atau dapat ditulis dengan prefix
/24 disini cara penulisan yang kita gunakan adalah dengan menggunakan
prefix "/" .
IP
Address yang sekarang kita gunakan adalah IPv4 (IP version 4 ) yang
mendefinisikan 32 bit, berarti hanya 232 (4.294.697.296) alamat IPv4
yang tersedia.
Pembagian
kelas IP Address
IP
distandarisasi dalam bulan September 1981. Bagian pertama dari Internet Address
diidentifikasikan sebagai Network dan Host dan membentuk dua bagian seperti
gambar dibawah ini :atau IP address dibagi menjadi tiga kelas yang berbeda
yaitu : Kelas A, B dan C, disediakan untuk mendukung jumlah dari Network
Number.
Prinsip
pembagian kelas ini digambarkan seperti dibawah ini :
Kelas
A
Bit
# 0 1 7 8 31
0
|
Network
Host Number
Number
Kelas
B
Bit
# 0 2 15 16 31
10
|
Network
Number Host Number
Kelas
C
Bit
# 0 3 23 24 31
110
|
Network
Number Host Number
Kelas
A (/8 Prefixes)
Mempunyai
alamat network prefix 8 bit dengan 0 s/d 7 bit network number dan 24 bit host
number. Kelas A ini dinotasikan dengan /8. Maksimum network yang dapat dibentuk
127 (27 - 2) /8. Pengurangan dengan 2 diperlukan karena pada /8 ini
network 0.0.0.0 adalah digunakan untuk default route dan pada /8 network
127.0.0.0 digunakan untuk fungsi loopback. Kelas A ini mendukung 16.777.214 ( 2
24 -2) hosts per network. Pada host dikurangi 2 sebab 0 semua
(menunjukan network) dan 1 semua (menunjukan broadcast).
Contoh
: 10.2.6.78 /8 IP 10.2.6.78
Mask
255.0.0.0
Kelas
B (/16 Prefixes)
Kelas
B mempunyai 16 bit network-prefix terdiri dari 14 bit network number dan 16-bit
host number.
Maksimum
network yang dapat dibentuk 16.384 (214) /16 serta 65.534 (216-2)
host per nerwork (25% dari total IPv4 )
Kelas
C (/14 Prefixes)
Mempunyai
address 24 bit network-prefix dengan 21-bit network number serta 8 bit host
number didefinisikan /24.
Maksimum
network yang dapat dibentuk 2.097.152 (221)/24dengan 254 (28-2)
hosts per network.
Untuk
mempermudah user dalam membaca dan membuat IP address maka penulisan IP address
ini dibagi menjadi empat bagian yang dipisahkan dengan titik (.) yang di sebut
"notasi titik desimal".
Notasi
titik desimal membagi 32 bit alamat Internet dalam 8 bit. Terlihat seperti
gambar dibawah ini :
Bit
# 0
10010001 . 00001010 . 00100010 .
00000011
|
145
10 34 3
145.10.34.3
Tabel
dibawah ini merupakan isi dari penggunaan notasi titik desimal.
Kelas
|
Alamat IP
|
A (/8)
|
1.xxx.xxx.xxx sampai
126.xxx.xxx.xxx
|
B (/16)
|
128.0.xxx.xxx sampai
191.255.xxx.xxx
|
C (/24)
|
192.0.0.xxx sampai 233.255.255.xxx
|
"xxx"
merupakan hosts-number yang di buat oleh LAN Administrator.
Subnetting
Tahun
1985 didefinisikan RFC 950 sebuah prosedur standar untuk mendukung subnetting,
atau pembagian dari kelas A,B dan C.
Pengembangan
dengan subnetting
Network Prefix
|
Host Number
|
Network Prefix
|
SubnetNumber
|
Host Number
|
Untuk
merancang Subnetting, ada empat pertanyaan yang harus dijawab sebelum mendisain
:
- Berapa banyak total subnet yang dibutuhkan saat ini ?
- Berapa banyak total subnet yang akan dibentuk pada masa yang akan datang ?
- Berapa banyak host yang tersedia saat ini ?
- Berapa banyak host yang akan di diorganisasi dengan subnet dimasa yang akan datang ?
Langkah pertama dalam proses perencanaan adalah menentukan
jumlah maksimum dari subnet dan bulatkan keatas untuk bil binary. Contoh, jika
perusahaan membutuhkan 9 subnet, 23 (atau 8) tidak akan cukup alamat
subnet yang tersedia, jadi network administrator akan membulatkan ke atas
menjadi 24 (atau 16). Mungkin jumlah 16 subnet ini tidak akan cukup
untuk masa yang akan datang, jadi network administrator harus mencari nilai
maksimum atau yang kira-kita memenuhi pada masa yang akan datang misalnya 25
(atau 32).
Tahap
kedua yakinkan bahwa jumlah alamat host yang kita buat memenuhi untuk masa-masa
yang akan datang.
Contoh
Subnet #1
Sebuah
perushaan mempunyai nomor network 193.1.1.0/24 dan dibutuhkan 6 subnet.
Besarnya subnet harus mendukung 25 host.
Penyelesaian.
Tahap
pertama kita harus ketahui berapa bit yang dibutuhkan 6 subnet, dicari dengan
melihat kelipatan dua (2,4,8,16,32,64,dst). Disini terlihat bahwa untuk persis
sama dengan 6 tidak ada kita harus pilih bilangan yang atasnya (8) atau 23
ada 2 tersisa dapat digunakan untuk kebutuhan masa yang akan datang. Disini 23
berarti kita butuh 3 bit untuk membentuk extended subnet, contoh diatas
subnettingnya /24 berarti extendednya adalah /27 untuk jelasnya dapat dilihat
gambar di bawah ini.
193.1.1.0/24
= 11000001.00000001.00000001.00000000
255.255.255.224
= 11111111.11111111.11111111.11100000
27
Bit
27
bit extended network ini menyisakan 5 bit untuk mendefinisikan alamat host,
berarti ada 25 (32) alamat IP yang dapat dibentuk tapi karena nilai
0 semua dan 1 semua tidak dapat dialokasi (untuk network dan broadcast) jadi
yang tersisa ada 30 ( 25-2) untuk masing-masing subnet.
Apabila
kita uraikan satu-satu maka alamat subnet yang terbentuk adalah :
Alamat
asal : 11000001.00000001.00000001.00000000 = 193.1.1.0/24
Subnet
#0 : 11000001.00000001.00000001.00000000 = 193.1.1.0/27
Subnet
#1 : 11000001.00000001.00000001.00100000 = 193.1.32.0/27
Subnet
#2 : 11000001.00000001.00000001.01000000 = 193.1.64.0/27
Subnet
#3 : 11000001.00000001.00000001.01100000 = 193.1.96.0/27
Subnet
#4 : 11000001.00000001.00000001.10000000 = 193.1.128.0/27
Subnet
#5 : 11000001.00000001.00000001.10100000 = 193.1.160.0/27
Subnet
#6 : 11000001.00000001.00000001.11000000 = 193.1.192.0/27
Subnet
#7 : 11000001.00000001.00000001.11100000 = 193.1.224.0/27
Untuk
membudahkan bahwa perbedaan antara subnet satu dengan yang lainnya adalah
kelipatan 32 : 0, 32, 64, 96 ...
Dari
contoh diatas, ada 5 bit host number dalam satu subnet, berarti ada 25-2
= 30 host yang dapat dibentuk ini dikarenakan nilai 0 semua sigunakan untuk
alamat network dan nilai 1 semua digunakan untuk broadcast number.
Contoh
untuk menentukan host dari satu subnet number
Subnet
#2: 11000001.00000001.00000001.01000000 = 193.1.1.64/27
Host
#1 : 11000001.00000001.00000001.01000001 = 193.1.1.65/27
Host
#2 : 11000001.00000001.00000001.01000010 = 193.1.1.66/27
Host
#3 : 11000001.00000001.00000001.01000001 = 193.1.1.65/27
Host
#4 : 11000001.00000001.00000001.01000001 = 193.1.1.65/27
…..
s/d
Host
#32 : 11000001.00000001.00000001.01011110 = 193.1.1.94/27
Bradcast
Address untuk subnet diatas (#2) adalah :
11000001.00000001.00000001.01011111 =
193.1.1.95/27
Alamat
host yang diperbolehkan pada subnet #6 adalah :
Subnet
#6: 11000001.00000001.00000001.11000000 = 193.1.1.192/27
Host
#1 : 11000001.00000001.00000001.11000001 = 193.1.1.193/27
Host
#2 : 11000001.00000001.00000001.11000010 = 193.1.1.194/27
Host
#3 : 11000001.00000001.00000001.11000011 = 193.1.1.195/27
Host
#4 : 11000001.00000001.00000001.11000100 = 193.1.1.196/27
Host
#5 : 11000001.00000001.00000001.11000101 = 193.1.1.197/27
......
s/d
Host
#28 : 11000001.00000001.00000001.11011100 = 193.1.1.220/27
Host
#29 : 11000001.00000001.00000001.11011101 = 193.1.1.221/27
Host
#30 : 11000001.00000001.00000001.11011110 = 193.1.1.222/27
Alamat
Broadcast untuk subnet #6 adalah :
11000001.00000001.00000001.11011111 =
193.1.1.223/27
Contoh
Subnet #2
Sebuah
perusahaan merencanakan akan membangunan jaringan dengan network number
140.64.0.0/16 dan setiap subnet harus mendukung min 60 host.
Penyelesaian
Tahap
pertama kita tentukan berapa bit yang dibutuhkan untuk membentuk min 60 host
dalam tiap subnet. Berarti 2 pangkat berapa ? supaya anda dapat menyediakan min
60 host yaitu 62 (26-2 ) tapi kalau kita lihat disini bahwa nilai 62
hanya mempunyai 2 host yang tersisa. Jadi lebih baik apabila beri sisa yang
kira-kira cukup untuk masa yang akan datang, pangkatkan bil 2 tersebut dengan 7
menjadi 126 (27-2) dan sisa yang tersedia adalah 66 (126-60).
Tahap
selanjutnya karena yang diminta adalah jumlah host, maka seperti yang kita
ketahui bahwa network number/alamat IP memiliki 32 bit jadi 32 harus
dikurangkan dengan 7 supaya kita ketahui extended network prefix (32-7)=25.
Disini dapat di ketahui penbambahan network prefix menjadi /25 atau subnet
masknya : 255.255.255.128 digambarkan seperti dibawah ini.
140.64.0.0/16
= 10001100.01000000.00000000.00000000
255.255.255.128
= 11111111.11111111.11111111.10000000
Gambar
diatas menunjukan 25 bit extended-network-prefix menghasilkan 9 bit subnet
number. Berarti 29 = 512 subnet number yang dapat di bentuk. Network
administrator dapat menentukan network/subnet mana yang akan diambil.
Untuk
menjabarkannya dapat dilihat dibawah ini tanda tebal menunjukan 9 bit yang
menentukan field subnet.
Base
Net: : 10001100.01000000.00000000.00000000 = 140.64.0.0/16
Subnet
#0 : 10001100.01000000.00000000.00000000 = 140.64.0.0/25
Subnet
#1 : 10001100.01000000.00000000.10000000 = 140.64.0.128/25
Subnet
#2 : 10001100.01000000.00000001.00000000 = 140.64.1.0/25
Subnet
#3 : 10001100.01000000.00000001.10000000 = 140.64.1.128/25
Subnet
#4 : 10001100.01000000.00000010.00000000 = 140.64.2.128/25
Subnet
#5 : 10001100.01000000.00000010.10000000 = 140.64.0.128/25
....
....
Subnet
#510 : 10001100.01000000.11111111.00000000 = 140.64.255.128/25
Subnet
#511 : 10001100.01000000.11111111.10000000 = 140.64.255.128/25
Tujuan
dari pembuatan notasi titik dan pembuatan dalam bilangan biner adalah untuk
memudahkan pembaca dalam menentukan dan memahami pembuatan alamat IP.
Untuk
contoh diatas dapat kita tentukan nomor alamat IP perindividu yang dapat
dibentuk adalah 126 (27-2) bernilai dari 1 sampai 126.
Misalnya
kita ambil subnet #3 untuk perusahaan tersebut, dapat dibentuk host seperti
berikut :
Subnet
#3 : 10001100.01000000.00000001.10000000 = 140.64.1.128/25
Host
#1 : 10001100.01000000.00000001.10000001 = 140.64.1.129/25
Host
#2 : 10001100.01000000.00000001.10000010 = 140.64.1.130/25
Host
#3 : 10001100.01000000.00000001.10000011 = 140.64.1.131/25
Host
#4 : 10001100.01000000.00000001.10000100 = 140.64.1.132/25
Host
#5 : 10001100.01000000.00000001.10000101 = 140.64.1.133/25
Host
#6 : 10001100.01000000.00000001.10000110 = 140.64.1.134/25
..
..
Host
#62 : 10001100.01000000.00000001.10111110 = 140.64.1.190/25
Host
#63 : 10001100.01000000.00000001.10111111 = 140.64.1.191/25
Host
#64 : 10001100.01000000.00000001.11000000 = 140.64.1.192/25
Host
#65 : 10001100.01000000.00000001.11000001 = 140.64.1.193/25
...
...
Host
#125 : 10001100.01000000.00000001.11111101 = 140.64.1.253/25
Host
#126 : 10001100.01000000.00000001.11111110 = 140.64.1.254/25
Alamat
Broadcast untuk subnet #3 adalah :
10001100.01000000.00000001.11111111 =
140.64.1.255/25
Sekarang
bagaimana apabila user yang ada dan yang terkoneksi ke jaringan lebih dari 126
user ? Kita dapat menambah subnet dengan subnet yang keempat atau yang lainnya
tapi diantara keduanya harus dipasang router agar kedua network terhubung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar